Cerita masa kecilku ( JURNALISTIK)

 

Cerita masa kecilku

Waktu menunjukan pukul 6 pagi, Mama berteriak untuk membangunkanku untuk bergegas mandi dan pergi sekolah, rasa malas yang besar selalu menghalangiku untuk melakukan rutinitas mandi dan berangkat untuk pergei ke sekolah. Tanpa pikir panjang mama langsung menggontong ke kamar mandi, sambil menunggu aku mandi mama menyiapkan sarapan favoritku telor mata sapi dengan kecap.

Setelah tiba disekolah banyak teman yang sudah datang dan duduk ditempat masing-masing, ada yang sedang bergerumbul untuk mengerjakan PR yang blm dikerjakan, ada yang masih tertidur di tempat meja, ada yang menyiapkan buku untuk pelajaran nanti da nada yang piket harian. Dulu aku sangat pendiam dan tertutup dan tidak mudah bergaul, ya setidaknya aku banyak di bully, mengenang tentang bully masih teringat masa-masa yang sering membuat nangis setiap pulang sekolah sampai kakek dan nenekku hafal, yaa aku hidup tanpa kasih sayang orang tua cowok, mama papaku pisah dari aku kecil. Ya mungkin ada beberapa temanku yang masih mau berteman denganku.

Mengingat tentang kenang masa-masa SDku setiap aku pulang sekolah selalu memetik bunga untuk menghisap sari-pati dulu kupercaya ada madunya. Serta sering bermain ke got dekat sekolah hanya untuk mengambil ikan gatul, serta ketika aku dirumah aku diajak teman-teman rumah untuk bermain bersama. Ketika siang hari aku bermain masak-masakan dengan  batu bata atau bermain membuat gulali, ya meskipun bermainnya diam-diam karena kalau ketahuan jelas aku dimarahi nenek dan kakekku.

Tentu saja aku suka bersepeda, suatu hari aku dijanjikan untuk diajak pergi jalan-jalan bersama di mall sehabis pulang dari mengaji, hatiku sangat senang aku takut tertinggal pergi aku mengebut dan mengayu kencang sepedaku sampai aku hilang kendali sampai-sampai sepaduk bisa melayang dan jatuh tengkurap berserta sepedaku, alhasil tangan dan kaki lecet serta gigiku patah, ya kkadang aku mengingatnya sangat lucu sekali. Untung gigiku pada saat itu masih gigi susu.

Oh yaa pernah suatu hari aku pernah bersepeda dengan teman-temanku lokasinya dikawasan TNI ya aku terjatuh dan sampai memsuki kawasan yang tidak dibolehi dimasuki yang bukan anggota. Karena pada saat dari turun tanjakan kebetulan rem sepedaku blong dan sepedaku sulit untuk dikendalikan dan memsuki lapangan golf dan terjungkal di depan banyak para anggota, rasa malu, sakit campur jadi satu. Untung saja para bapa-bapak anggota TNI tersebut sigap dan mau membantu aku untuk berdiri. Teman-temanku hanya tertawa terbahak-bahak karena menurutnya hal tersebut lucu.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kritik dan Esai “Ulama Durna Ngesot ke Istana”

Kritik dan Esai "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesi karya Taufik Ismail