Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Kritik dan Esai “Ulama Abiyasa Tak Pernah Minta Jatah”

Gambar
 “Ulama Abiyasa Tak Pernah Minta Jatah” Karya M. Soim Anwar  Ulama Abiyasa adalah guru yang mulia panutan para kawula dari awal kisah ia adalah cagak yang tegak tak pernah silau oleh gebyar dunia tak pernah ngiler oleh umpan penguasa tak pernah ngesot ke istana untuk meminta jatah tak pernah gentar oleh gertak sejuta tombak tak pernah terpana oleh singgasana raja-raja   Ulama Abiyasa merengkuh teguh hati dan lidah marwah digenggam hingga ke dada tuturnya indah menyemaikan aroma bunga senyumnya merasuk hingga ke sukma langkahnya menjadi panutan bijaksana kehormatan ditegakkan tanpa sebiji senjata   Ulama Abiyasa bertitah para raja dan penguasa bertekuk hormat padanya tak ada yang berani datang minta dukungan jadi penguasa menjadikannya sebagai pengumpul suara atau didudukkan di kursi untuk dipajang di depan massa diberi pakaian dan penutup kepala berharga murah agar tampak sebagai barisan ulama Ulama Abiyasa tak membutuhkan itu semua datanglah jika ingin menghaturkan ...

Cerita masa kecilku ( JURNALISTIK)

  Cerita masa kecilku Waktu menunjukan pukul 6 pagi, Mama berteriak untuk membangunkanku untuk bergegas mandi dan pergi sekolah, rasa malas yang besar selalu menghalangiku untuk melakukan rutinitas mandi dan berangkat untuk pergei ke sekolah. Tanpa pikir panjang mama langsung menggontong ke kamar mandi, sambil menunggu aku mandi mama menyiapkan sarapan favoritku telor mata sapi dengan kecap. Setelah tiba disekolah banyak teman yang sudah datang dan duduk ditempat masing-masing, ada yang sedang bergerumbul untuk mengerjakan PR yang blm dikerjakan, ada yang masih tertidur di tempat meja, ada yang menyiapkan buku untuk pelajaran nanti da nada yang piket harian. Dulu aku sangat pendiam dan tertutup dan tidak mudah bergaul, ya setidaknya aku banyak di bully, mengenang tentang bully masih teringat masa-masa yang sering membuat nangis setiap pulang sekolah sampai kakek dan nenekku hafal, yaa aku hidup tanpa kasih sayang orang tua cowok, mama papaku pisah dari aku kecil. Ya mungkin ada...

Kritik dan Esai “Ulama Durna Ngesot ke Istana”

Gambar
 “ Ulama Durna Ngesot ke Istana” Puisi :  M. Shoim Anwar Lihatlah sebuah panggung di negeri sandiwara ketika ada Ulama Durna ngesot ke istana menjilat pantat raja agar diberi jatah remah-remah maka kekuasaan menjadi sangat pongah memesan potongan-potongan ayat untuk diplintir sekenanya agar segala tingkah polah dianggap absah Lihatlah ketika Ulama Durna ngesot ke istana menyerahkan marwah yang dulu diembannya Sengkuni dan para pengikutnya di luar sana bertingkah sok gagah berlindung di ketiak penguasa menunggang banteng bermata merah mengacungkan arit sebagai senjata memukulkan palu memvonis orang-orang ke penjara Lihatlah ketika Ulama Durna berdagang mantra berbusa-busa adakah ia hendak menyulut api baratayuda para pengikutnya mabuk ke lembah-lembah tatanan yang dulu dicipta oleh para pemula porak poranda dijajah tipu daya oh tahta dunia yang fana para begundal mengaku dewa-dewa sambil menuding ke arah kawula seakan isi dunia hendak diuntal mentah-mentah Lihatlah ketika Ulama...

Kritik dan Esai Puisi karya M. Shoim Anwar yang berjudul “Dursasana Peliharaan Istana”

Gambar
  “ DURSASANA  PELIHARAAN   ISTANA ” karya : M Shoim Anwar Dursasana adalah durjana peliharaan istana tingkahnya tak mengenal sendi-sendi susila saat masalah menggelayuti tubuh negara    cara terhormat untuk mengurai tak ditemukan jua suara  para kawula melesat-lesat bak anak panah  suasana kelam  bisa  meruntuhkan penguasa jalan pintas pun digelindingkan roda-roda gila dursasana  diselundupkan untuk memperkeruh suasana kayak jaka tingkir menyulut kerbau agar menebar amarah atau melempar sarang lebah agar penghuninya tak terima   lalu istana punya alasan menangkapi mereka akal-akalan purba yang telanjang menggurita saat panji-panji negara menjadi slogan semata para ulama  yang bersila di samping raja menjadi penjilat pantat yang paling setia      sambil memamerkan para pengikut yang dicocok hidungnya    Lihatlah  dursasana di depan raja dan pejaba...

Puisi "MENGENANG"

Gambar
  MENGENANG Rahma Yunita Nawang Sari Sehabat apapun Dirimu Sehabat apapun kamu sekarang Janganlah terlalu bangga Karena ada sosok wanita yang Tegar,Kuat,Berani,Dan sabar Untuk melakukan itu semua Demi dirimu sekarang Untuk kebahagianmu yang sekarang kamu rasakan Uang... Ya memang kamu banyak memiliki uang Itu pun tidak cukup untuk membalas Jasa sang wanita hebat itu Junjunglah dia dihadapan semua orang Bahwa wanita itulah yang bisa membawamu sampai disini Dan teriaklah dihadapan semua orang Ibu.. Ibu.. Dan ibu..

Puisi "DATANG DAN PERGI"

Gambar
  DATANG DAN PERGI Rahma Yunita Nawang Sari Apakah itu Aku tidak bisa memahami Rasa yang ada di dalam lubuk hati Apakah orang lain bisa merasakan Rasa bimbang, sedih,senang,marah Datang dan cepat pergi Apakah kamu tau rasa itu... Ya benar rasa rindu Akan sosok yang penuh perhatian Sosok yang tulus Tetapi itu semua hanyalah kenangan Kenangan yang membuatkh Rindu akan sosokmu Yang dulu Oh rindu sampaikan kepadanya Bahwa dia selalu terkanang Dan selalu ada satu selip doa untuknya Agar dia bahagia disana

Cerpen "MEMBENDUNG RINDU"

Gambar
  Rahma Yunita Nawang Sari   MEMBENDUNG RINDU   Hari semakin malam semakin gelap. Detik jam terus berjalan, hari berganti hari tak kurasa yang awalnya senja menerangi dengan sekejapnya berubah menjadi malam yang sunyi. Malam yang sunyi itu hal paling membosankan, sangat menyebalkan   setiap malam itu datang kesepian,kesedihan,amarah,kegelisahan datang perlahan. Pilu rasa hati ini apabila tiba matahari telah tenggalam perasaan seperti ombak dan angin tanpa arah yang jelas. "Tuhan... Mengapaa ini terjadi kepadaku ? Mengapa aku su sa h untuk membuka lembaran hati yang baru dan menutup lembaran hati yang lama. Kenapa Tuhan?"   ujar Aku di dalam hati. Sekian lama ku menunggu hingga senja menjadi malam dan hingga hari ke hari. Perasaan akan sosok berparas tampan itu tidak bisa terlupakan olehku. Ku selalu berusaha merubah kekagumanku ini kepadamu. Pada suatu hari aku lagi duduk di sebuah cafe untuk berbincang - bincang dengan teman sejawadku. Dihari itu da...