Kritik dan Esai "Tahi Lalat"
M SHOIM ANWAR
Tahi Lalat
Pada cerpen dengan berjudul “Tahi Lalat” menjelaskan bagaimana kehidupan diperdesaan yang mash suka membicarakan kisah yang sedang dilalui mulai dari urusan kepala daerah atau Pak Lurah hingga soal urusan tanah. Gambaran cerita diatas menjelaskan bahwa meskipun masij menjabat menjadi lurah masih suka main kotor dan bermain politik dengan uang, gamabaran cerita seperti jalanan desa tersebut tidak dibangun dengan layak, banyak juga tanah-tanah yang dijual melalui ancaman serta janji-janji yang diucapkan pada waktu kampanye tidak ada satupun terlaksana.
Disini dapat dilihat bahwa hanya sebagai lurah saja dia berani untuk bermain politik dengan uang, apalagi kalau menjadi gubener,walikota ataupun wakil rakyat. Masih jadi lurah saja sudah berani untuk bermain politik dengan uang. Pada cerpen tersebut juga mendapatkan gambaran bahwa sannya ketika lelaki memiliki segalanya wanitalah yang menjadi penggodanya. Cerpen tersebut menjelaskan bagaimana lika liku yang sering terjadi dilingkungan sekitar kita. Tanpa dipungkiri memang hal tersebut terjadi dan dapat kita lihat secara nyata.
Pada penulisan cerpen diatas menggunakan bahasa yang dapat dipahami, jadi para pembaca dapat mudah memahami alur-alur cerita pasa cerpen tersebut, penggunaan tata bahasanya juga sudah baik serta pemilihan kalimatnya. Sehingga orang awam pun ketika membaca juga mudah mengerti serta pemilihan alurnya juga bagus.

Komentar
Posting Komentar